Fatwa Haram Rokok dan Fatwa Haram Yoga Versi MUI yang Banci

Oke… Oke… Ini postingan latah… Saat hampir bersamaan, gw yakin ratusan, bahkan ribuan blogger akan mengangkat tema fatwa haram rokok dan fatwa haram yoga yang baru diumumkan di Forum Ijtima ulama Komisi III Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) se-Indonesia III di Padang Panjang Sumatera Barat. Gw ingin coba bahas ini dari perspektif gw yang perokok berat, sekaligus pencinta cewek cantik. Eh, gak ada fatwa yang berhubungan dengan cewek cantik ya?

Bagaimana pandangan si gw tentang fatwa haram rokok dan fatwa haram yoga? BINGUNG! Sumpah! Ini fatwa banci!

Dari semua fatwa MUI yang pernah muncul, baru fatwa haram rokok dan fatwa haram yoga ini yang bener-bener ngebingungin. I mean, meskipun fatwa-fatwa sebelumnya banyak yang “janggal” juga, tapi fatwa-fatwa itu masih bisa diterima dengan akal sehat kalo kita berfikiran logis dan berusaha melihat dari sudut pandang agama, serta tidak memposisikan kita sebagai pihak yang udah antipati dulu terhadap MUI.

Let say… Fatwa MUI tentang bunga bank haram. Ini make sense! Meskipun gw sempet kerja di bank, dan punya rekening bank, tapi gw gak merasa aneh dengan fatwa itu. Secara, bank kan bener-bener menjalankan prinsip riba yang sangat ditentang oleh agama mana pun (kecuali yahudi – ajaran yahudi memperbolehkan riba kepada orang non yahudi -). Atau, fatwa MUI tentang infotainment haram. Ini juga make sense! Meskipun gw seneng nonton infotainment, tapi gw tau bahwa kerjaan tivi mencari duit dengan membuka aib pribadi seseorang di muka umum adalah perbuatan dosa. Bahkan bisa menjurus fitnah. Atau, fatwa MUI tentang aliran sesat. Masih masuk akal, meskipun gw punya banyak temen yang ternyata menganut “aliran sesat” itu, tapi memang tugas para ulama untuk membimbing umatnya biar gak terjebak ke yang “sesat” menurut pendapat mainstream ulama. Meskipun semua fatwa itu menimbulkan perdebatan, tapi semua itu MASUK AKAL.

Lah, sekarang gimana dengan fatwa haram rokok dan fatwa haram yoga?

Nah, masalah bikin gw bingung…. Kok FATWA HARAM ROKOK malah dibuat ngambang gitu sih? Rokok haram buat anak-anak, remaja, dan ibu hamil. Untuk orang dewasa, rokok difatwakan sebagai makruh selama enggak dilakuin di tempat publik. Terus, mengenai fatwa haram yoga, disebutkan bahwa yoga yang mengandung meditasi, murni ritual, dan spiritual agama lain hukumnya haram. HALOOOO….. ASSALAMUALAIKUM PAK HAJIIIIII….. FATWA APAAN INI????

Anak-anak. Anak-anak itu belum akil baligh! Belum horni kalo liat cewek telanjang! Belum punya otak korupsi kayak Suharto dan kroninya! Belum ada dosa buat mereka! Kalo rokok difatwakan haram untuk anak-anak, maka yang nanggung dosa siapa? Nyokapnya? Lah, kalo si anak curi-curi ngerokok pas pulang sekolah gimana? Salah gurunya? Salah pedagang? Arrgghhhh… Terus, Ibu hamil. Jadi, pas si ibu menyusui, dia boleh ngerokok gitu? Sama aja kali! Arrgghhh… Pusing… Ini ngebingungin….

Lalu, tentang yoga. Haduh. Kok kesannya latah ama fatwa ulama Malaysia sih? Ini rancu! Kenapa gak sekalian fatwanya dibuat sesuatu yang tegas, misalnya “SEGALA SESUATU YANG BERSIFAT MEDITASI, RITUAL, dan MENGIKUTI SPIRITUAL AGAMA LAIN adalah HARAM“. Sebut beladiri deh… Silat kek… Kung Fu kek… Macem-macem… banyak banget yang pake ritual dan meditasi ala agama lain, bahkan ala animisme. Penyebutan “yoga” secara spesifik kan bikin orang yang beneran ber-yoga tanpa embel-embel ritual jadi bingung!

Lucu. Ini bener-bener lucu. Kok kesannya fatwa haram rokok dan fatwa haram yoga ini malah maen-maen ya? Gw udah berikrar, setidaknya ke keluarga dan para plurker, gw udah ngumumin kesiapan gw untuk berhenti total ngerokok kalo MUI mengeluarkan fatwa haram rokok. Sebaliknya, gw bakal terus ngerokok kalo para ulama yang gw yakinin ngerti ilmu agama puluhan kali lipat lebih jago dari gw yang shalatnya aja masih bolong-bolong, menyebutkan bahwa rokok enggak haram. MUI itu kumpulan ulama yang gw jadiin panutan, perwakilan dari berbagai ormas, kelompok, dan golongan. MUI bukan kumpulan ulama dan ahli agama keblinger kayak orang-orang JIL yang bener-bener kebablasan dalam berijtihad atau orang-orang Salafiyah yang taklid buta dan paling seneng nyebut pendapat orang lain sebagai bid’ah bahkan sesat.

Di satu sisi, dengan keluarnya fatwa ini gw harusnya ngerasa tenang karena (menurut pendapat ratusan ulama itu) kebiasaan gw ngerokok gak dimasukin kategori haram. Jadi gw bisa tetep ngerokok seperti biasa. Tapi, di satu sisi, gw jadi bingung. Ini fatwa atau apaan sih?

Kenapa sih gak sekalian aja sebut ROKOK ITU HARAM, atau ROKOK ITU MAKRUH/MUBAH? Implikasinya tentu simalakama bagi MUI. Disebut haram, para perokok dan orang yang bergerak di bisnis rokok bakal ngamuk. Gak disebut haram, KAK SETO SI PENYAYANG ANAK dan para aktifis anti rokok juga ngamuk. Lah, what’s the hell implikasinya, harusnya MUI tegas! Kalo masih belum mateng, masih berdebat di dalem MUI sendiri, ya jangan dipaksain untuk ngeluarin fatwa dong!!! Jangan bikin fatwa banci kayak gini!!!!! Jangan bikin umat bingung!!!!!

ps : Sori, postingan ini di luar kebiasaan. Tapi gw lagi gemes ama MUI. Fatwa haram rokok dan fatwa haram yoga ini otomatis makin ngejatuhin wibawa MUI di masyarakat. Gw sedih kalo ulama yang gw cintai jadi bahan ketawaan. 🙁

Tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

111 Responses to Fatwa Haram Rokok dan Fatwa Haram Yoga Versi MUI yang Banci

  1. Islam itu indah says:

    Sesuatu yg di fatwa haram itu pasti ada alasanya
    contoh: *Terdapat 25 penyakit dalam miras..dan miras pun diharamkan
    *Terdapat 15 penyakit dalam daging babi.. Daging babi pun di haramkan
    *Terdapat 4000 zat kimia beracun pada sebatang rokok.. So pantasnya rokok diapakan??
    .Penelitian di Amerika menunjukan merokok adl penyebab kematian yg paling utama yaitu kanker paru& jantung koroner
    Di dunia, setiap 6’5detik rokok menghilangkan 1 jiwa.
    Mengisap rokok menjadi langkah pertama untuk mencoba narkoba
    .Merokok itu membawa ketenangan dan kenikmatan.padahal itulah candu, itulah sugesti. Terbukti, lebih banyak orang tidak merokok dan mereka tetap mendapatkan ketenangan dan kenikmatan.

  2. Eddy says:

    judi haram … yoga haram … korupsi harem …
    klo neguk kopiluwak harem gak yah …

  3. CK says:

    M.U.I itu berasa yang punya pintu surga..makanya kerjaannya cuman bikin fatwa ini-itu-ini-itu-ini-itu.

    tapi klo teroris yang membuat bom gak pernah difatwakan haram. cuman diem aja.

  4. Putri says:

    terlepas dr fatwa haram tau tidak, aku sangat berharap para perokok itu belajar teknik gimana caranya ngerokok tapi semua asapnya ditelen sendiri jangan dibagi ke orang lain yang ngga suka merokok.

    karna selama para perokok masih hembuskan asap rokok mereka ke orang lain seperti contoh saya yang sangat terganggu pernafasannya berarti mereka bs jg disebut pelanggar HAM dan bahkan lebih buruk drpd mereka yg mengeluarkan fatwa haram rokok, bener ngga sih logika saya ini?

  5. megasenja says:

    Pertama baca judulnya kirain mo nolak mentah2 masalah keharaman ngerokok,,, ternyata ngebahas ketegasan MUI dlm berfatwa…

    Saya setuju banget nih dg tulisannya,, harusnya MUI tegas dan ga setengah2 bikin fatwa, ga usah takut dg kepetingan segelintingan orang klo mo dibuat fatwa haram, yang akhirnya bikin fatwanya terkesan jadi ngambang…

  6. noname says:

    gw seorang perokok…

    tapi gw setuju kalo kegiatan merokok dan rokok itu haram layaknya miras dan kawan-kawannya
    karena kita dilarang merusak badan oleh Allah SWT dan itu jelas ada di dalam AlQuran…

    kalo lw semua mengaku islam dan mengimani Allah SWT,Rasulullah SAW n Alquran silahkan baca dan pahami arti
    dari ayat2 AlQuran

    dari pada ngerokok ngebakar duit mending buat amal di Mesjid

  7. jhie says:

    sudah berapa lama si pada belajar agama?????

    sudah brpa kitab2 para ulama yang kalian pd punya shingga berbicara seenknya?

    klu bukan dibidangnya jangan bicara begtu lah…..

    kalau gak tau jangan sok tau,,,

    jangan asal mengomentari sesuka hati,,inget ini agama…jangan asal2an berbicara tanpa dasar AL-Quran,assunnah menurut pemahaman para sahabat,ditmbah ijma dan qiyas…

  8. GKW says:

    lanjutan, MUI patut dibubarkan:
    “ Dan Kami turunkan Al Qur’an kepadamu dengan membawa kebenaran , membenarkan apa yang sebelumnya dan batu ujian terhadap kitab – kitab yang lain ; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu ”.
    Berdasarkan hukum yang telah ditetapkan Allah, sesat adalah mereka yang menjadikan agama Islam itu terpecah belah ,Qs Al Mu’minuun ; 52 – 54 : “Sesungguhnya agama tauhid ini agama kamu semua, agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu ,maka bertaqwalah kepada Ku ”. “ Kemudian mereka (pengikut Rasul) menjadikan agama mereka terpecah belah, tiap- tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka ”. “ Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai suatu waktu ”.
    Permasalahan akibat penetapan hukum halal – haram juga sering terjadi di masyarakat. Manusia dilarang mengatakan halal – haram melainkan apa yang telah ditentukan di dalam Al Qur’an .Allah berfirman :
    “ Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut –sebut oleh lidahmu secara dusta “ Ini halal dan ini haram “ untuk mengadakan kebohongan terhadap Allah .Sesungguhnya orang –orang yang mengadakan kebohongan terhadap Allah tiadalah mereka beruntung “.Qs An Nahl ; 116 . “ Hai orang –orang yang beriman janganlah kamu haramkan apa – apa yang baik dan telah Allah halalkan bagi kamu ,dan janganlah kamu melampui batas Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang –orang yang melampui batas “,Qs Al Maidah ; 87.
    Setiap negara mempunyai undang – undang yang mengatur kehidupan rakyatnya dalam bermasyarakat. Karena itulah di Qs An Nisa ; 59 Allah juga memerintahkan kepada hambanya yang beriman untuk taat kepada pemerintah “ Hai orang – orang yang beriman taatilah Allah dan taatilah rasul dan ulil amri diantara kamu …”.Berdasarkan keterangan diatas maka Allah sebenarnya telah menetapkan pembagian hukum yang mengatur kehidupan bagi umat Islam yaitu :
    1 .Hukum manusia kepada Allah berdasarkan Al Qur’an dan As Sunnah.
    2 .Hukum antar sesama manusia berdasarkan Ulil amri /pemerintah.
    Ulama dan MUI telah terbukti berani menentang perintah – perintah Allah serta menyesatkan umat Islam dari petunjuk-Nya. Para ulama juga telah mendustakan (ingkar) dan kafir terhadap ayat – ayat Al Qur’an .Mereka telah jauh dari mengajarkan kebenaran dalam beribadah kepadaNya. Inilah diantaranya yang menyebabkan mereka harus intropeksi dan segera merubah perannya di masyarakat. Wahai umat muslim yang beriman marilah kita kembali kepada suatu ketetapan yang sama dimana tidak ada perbedaan diantara kita agar umat Islam tidak terpecah – belah yaitu ” Kitab –
    (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya petunjuk bagi mereka yang bertakwa ”.Qs Al Baqarah ; 2 .
    Dengan ikut memperbanyak dan menyebarkan bulletin ini maka anda telah berjihad menegakkan agama Allah .

  9. GKW says:

    Apakah MUI masih diperlukan? Majelis Ulama Indonesia adalah kumpulan dari para ulama /kyai /ustad (ahli kitab Al Qur’an) di Indonesia. Dalam perkembangannya MUI seakan – akan menjadi Tuhan di negara Indonesia. Dengan Fatwanya mereka memutuskan benar – sesat ,halal – haram ,kafir – iman. Seharusnya ulama dan MUI itu menegakkan ajaran – ajaran /hukum – hukum Al Qur’an (Al Maidah ; 68) dan bukan membuat hukum sendiri. Di dalam agama Islam benar – sesat ,halal – haram ,kafir – iman semua telah diatur Allah di dalam Al Qur’an dan umat Islam diperintahkan untuk memutuskan setiap permasalahan dalam beraqidah berdasarkan kepada Al Qur’an .Demikian perintah Allah di dalam Qs Al Maidah ; 48.

  10. syaiful says:

    bagi yang tidak setuju dengan rokok haram ya sudah. itu saja ko pot repot.

  11. sou_3 says:

    Asal merokok tidak memabukkan yaaa,, merokok,, halal donk. di daerah ku aja orang kalo musawarah di mmushalla aja boleh kok,, ampe imam mushala aja merokok,, jadi yang.

  12. Rizki says:

    Ass…
    Ok mas!!!

    Ini unik bangetzz….
    berani menyampaikan sesuatu yang beda!!!

    Tapi pesan saya, apapun yang terjadi dengan MUI kita tetep HUSNUZHON aza!!!
    Karena kalo mas ngaku ilmunya masih jauh di banding MUI….
    Ya…may be ada sesuatu yang mas ga tau about this FATWA!!!

    Walaupun saya juga kurang setuju dengan MUI, yang seolah – olah hanya mengerjakan sesuatu yang sebenernya ga penting dan masih banyak yang seharusnya dikerjakan dan jauh lebih penting……

    MUI seakan – akan hanya mencari sesuatu yg mau dikerjain u/ mengeluarkan anggaran yang udah ditentuin za……………………..

    Wallahu ‘alam …………………………………………………

  13. edy says:

    ya iyalah HARAM lha wong pabrik rokoknya aja udah ngakuin kalo rokok menyebabkan mandul impotensi jantung paru komplit plit marai loro lako’ tanya yo genah

  14. Darman says:

    kita berbaik sangka aja sama ulama, kalo gak ada ulama mungkin kita taka ada yang nunjukin mana benar-salah, tuk masalah fatwa Rokok Haram, tergantung kita ngikuti apa tidak, jadi gak usah dimasalahkan,

  15. Ardiyan, says says:

    Fatwa Ulama itu boleh-boleh saja untuk kebaikan umat manusia, khususnya yang muslim, perkara diikuti atau tidak itu hak semua orang, ok

  16. HOT ROCK says:

    MAS/MBAK/PAK/IBU dsbnya ,klo buat fatwa tu yang dasarnya jelas donk,jangan asalasalan aja,klo rokok di haramkan meskipun ditulis hanya untuk anak2x dan wanita/hamil,ntar buntutnya masyarakat awam yang tidak jelas pengertiannya atawa yang tidak sempat baca berita ikut2xan lagi untuk mengharamkan bisa2x ntar diglobalkan rokok diharamkan bagi semua manusia,akhirnya yang terjadi apa? rokok dilarang atawa apalah,akhirnya pabrik rokok di tutup bisa ga anda pikirkan bagaimana nasib buruh pabrik rokok di indonesia yang sekian ribu tu mo dibawa kemana?lagian apa ada yang mo ngasi mereka kerjaan?setelah pabrik ditutup?
    tolong di pikirkan lagi apalagisekarang bangsa kita dikit2x udah terpropokasi dan melakukan anarki otomatis takutnya saya bakal begitu jadinya….kasihan mereka yang kerja di pabrik rokok,juga para perokok ga dipaksa tuk membeli rokok mereka hanya menjalankan kesenangan mereka saja ya kan?… meski tau rokok tu adalah racun,
    satu lagimasalah YOGA apa salahnya yoga men??
    yoga klo di jalankan banyak segi positifnya,cuma kali orang males dan ga pernah ikut yoga aja yang bisa mengolok2x klo yoga tu ga baek dan haram cobalah peraktekan atau apalah sebelum anda mengeluarkan peraturan men!
    ini saya buat hanya untuk dipikirkan lagi nasib anak bangsa yang hanya bisa jadi buruh doank men
    pikirkanlah lagi men!!!!!!!!…..

  17. Irwan says:

    karena saya gak ngeroko, jadinya ya peduli amat….cuma iyah saya setuju sama kang ichanx, masak kasih fatwa setengah2….jadi bahan omongan orang laen dooong, MUI jadi gak dihormati, jadinya setiap fatwa2 yang keluar dari MUI malah jadi sumber olok2…..beginilah kalo urusan nya masih stengah2 udah dipaksain keluar….

  18. Desta says:

    Astaga… Kok MUI malah jadi kayak pemecah belah masyarakat sech? Po MUI dah jadi antek Amerika ya? Mbok dari pada susah2 bikin fatwa,mending mikirin gimana caranya biar uamt2nya bersatu… ckcckcck… gitu kok ngaku KIAI…

  19. rinaldi says:

    kalo mnurut saya… ga etis walaupun saya bukan perokok tp saya menolak. dari pihak perusahaan rokok sudah mencantumkan bahaya rokok, sekarang bagaimana individu tersebut mau menjalankan anjuran atau tidak. kalo bisa asap pabrik itu aja di protes karna lebih berbahaya. sekarang tergantung individunya lah. kasihan dengan petani tembakau, cengkeh dan karyawan pabrik rokok. mereka makan apa nantinya

  20. Perkataan din syamsuddin hari ini, “fatwa itu tak mengikat” di kompas menunjukkan betapa MUI dan muhammadiyah gagal memahami tafsir atas ‘Fatwa’. setau saya, yang dikatakan ‘fatwa’ dalam islam itu ya harus diikuti.

    Kesimpulan saya, salah kaprah ada fatwa haram merokok. Seharusnya gak usah bilang fatwa, tapi cukup bilang ‘pendapat MUI’ atau ‘pendapat muhamadiyah’. kalo begitu gak akan jadi masalah….

  21. Sebenarnya kalau orang masih menggunakan akal sehatnya, pasti tidak akan mau merokok,

    Coba baca di bungkusnya, bagi yang bisa membaca tentunya, soalnya banyak juga yang sekolah tinggi, tapi tidak bisa menggunakan akal sehatnya,

    Seandainya saja ada orang yang memberikan makanan yang sangat enak, tapi makanan tersebut bisa menyebabkan sakit kangker, orang yang punya akal sehat, pasti akan menolaknya, padahal makanan itu enak, dan gratis….

    Coba rokok, berapa penyakit yang bisa ditimbulkan oleh rokok? baca dibungkusnya, belum lagi perokok pasif (orang yang berada didekat perokok) lebih beresiko daripada perokok itu sendiri, jadi sebenarnya para perokok itu adalah orang yang tidak menyayangi tubuhnya sendiri, apalagi kepada orang lain, mereka malah menimpakan bahaya kepada orang lain…
    Padahal kita tidak boleh menjatuhkan diri ke dalam kebinasaan, apalagi membuat binasa orang lain,

    Apa bedanya orang yang ngebom saudaranya dengan para perokok ini, cuma bedanya kalau ngebom itu langsung mati, tapi kalau melalui rokok itu matinya pelan-pelan, sungguh benar rokok itu pembunuh berdarah dingin, yang tidak kenal kasihan, tidak memandang siapa yang mau dibunuh, bisa teman sendiri, istri sendiri, atau anak sendiri, bahkan dirinya sendiri…

    Tentang resiko jika pabrik rokok ditutup akan banyak pengangguran, itu adalah alasan yang tidak bisa diterima jika dibandingkan dengan akibat buruk yang ditimbulkan oleh rokok,

    Coba berapa sih karyawan pabrik rokok? Dibanding dengan para perokok, dan orang-orang yang terkena imbasnya? Sungguh sangat jauh sekali,
    Ditambah lagi, rokok adalah haram, maka kerja dipabrik rokokpun penghasilannya adalah haram,
    Nah, bagaimana orang yang makan dari hasil yang haram??
    Tidak ada daging yang tumbuh dari makanan haram, kecuali tempat yang layak adalah neraka, demikian hadits dari rasulullah, tidakkah mereka takut akan disiksa dineraka nanti??

    Sungguh para perokok, orang yang berpenghasilan dari usaha rokok ini, baik karyawan pabrik rokok, penjual, dan perokok sendiri, mereka tidak kasihan pada diri-diri mereka sendiri, juga kepada orang lain..

    Mudah-mudahan bisa menyadarkan kita semua…..

  22. Ardha_wawan says:

    Klo Pendapat gue, masalah rokok Ini Tak Bisa Dilihat satu Sudut Pandang saja. Memang klo dilihat dari manfaat dan mudaraat jelas ini salah satu alasannya mengapa MUI Menfatwakan Haram Rokok, Tp Coba Kita Lihat Dari sudut Pandang Yg lain, Bagaimana Dengan nasib, Petani tembakau, Buruh, pekerja, Pedagang rokok yang merupakan mata pencaharian mereka dan hasilnyapun juga tidak begitu besar. Klo Boleh Memberi pendapat lebih baik MUI menfatwakan haram Rokok Itu ketika mereka Sudah Dapat Memberi Ganti pekerjaan yang sama dan sesuai kepada para petani tembakau dll… Karena Rokok sendiri Adalah sebuah produk yang memiliki dampak Luar biasa dalam berbagai Aspek, jadi ketika MUI ingin Menfatwakan Harap juga harus melihat Beberapa aspek tersebut..

  23. Alan says:

    Islam itu luas, Kenapa masih banyak orang Islam yang masih ragu tentang suatu Fatwa Dari MUI itu membingunkan Umat. inti nya kita Umat Muslim belum bersedia menerima Islam 100 % dalam diri kita.
    Fatwa rokok Haram.. kita tentunya tau kalo salah satu musuh umat islam adalah Yahudi.. Tembakau itu bisnisnya yahudi. makanya yahudi itu makin kuat. lah wong brg dagangannya di beliin terus.. rokok dalam Islam Segala sesuatu yang membahayakan itu mendekati Haram. rokok bahaya bukan ?
    Lagi pula apa susahnya sih berhenti merokok.
    gw dulu perokok kaya lw2 semua. Gw tobat rokok itu gak bagus. buang2 duit. Saya berdoa kepada Tuhan yang menjadikan segala sesuatu. agar saya berhenti merokok.
    Alhamdulilah saya bisa berhenti merokok..
    Islam itu harga dirinya tinggi sekali. apalagi masalah Aqidah ( Keyakinan ), banyak pengobatan islam yang lebih bagus daripada yoga. karena ini masalah agama gak usah tanggung2 langsung yang paling dalam.

    Rokok itu Racun berhenti Obatnya.
    Dunia itu racun Zuhud Obatnya.
    Harta itu racun zakat obatnya
    Banyak bicara itu racun Dzikir Obatnya.
    bahkan tahun itu juga racun Ramadhan Obatnya.

    kita sebagai Umat muslim wajib hukumnya saling Mengingatkan. Dan MUI takan pernah membenci Lembaga/perorangan yang menghujat dirinya.
    karena Islam mengajarkan kita jangan membenci orang tapi bencilah sifatnya..

    Bahka Nabi pun juga ada yang membencinya. kalo kalian Cinta Allah.Cinta Alquran,Cinta Nabi Muhammad dan Sunnahnya, jihad berdakwahlah agar kita tau bagaimana yang di Rasakan Rasul Takkala Menegakan islam Di zamannya.

    Assalamualaikum Wr.Wb

  24. apit says:

    tentu saja MUI memandang yoga haram. begitu anda mempelajari yoga, anda diwajibkan menjalankan brahmacharya, yang salah satu bagiannya adalah selibat, mengekang diri dari nafsu sexual untuk meraih kesehatan dan
    kebahagiaan.tidak ada masa depan bagi orang yang mengumbar nafsu sexualnya dengan beristri lebih dari satu ataupun mengawini anak kecil usia 12 tahun.

  25. ujangketul says:

    yang haram kalo ngerokok itu adalah minta sama teman yang beli rokoknya juga ngutang, yang halalnya minta rokok sama mertua yang akibat merokoknya di batuk-batuk……. mertuanya kan tidak ngerokok lagi,…. dari pada dibuang,…. ha–ha–ha–ha–ha mendingan diambil dan dirokok-i….. kan halall we,…..

  26. lutha muhammad says:

    Astaqhfirullahaladzim, kalau haramnya merokok memang atas landasan Al Qur’an dan Hadist, juga hasil ijtihad empat Imam salaf, kok berani-beraninya MUI memilah-milah obyek keharaman itu. Makanya saya sejak dini mengungkapkan, masalah merokok haram, masih hilaf. Anehnya lagi, mengapa bukan tembakaunya yang difatwakan haran. Ya itulah jadinya, apabila suatu produk hukum dari hasil ijtihad yang dikarenakan berlandaskan “disebabkan dan atau menyebabkan”. Bisa jadi MUI nantinya memfatwakan, gula pasir haram bagi yang sakit diabetes, santan kelapa dan daging kambing haram bagi pengidap hipertensi, karena akan menyebabkan kematian. Itu semua bukankah suatu kerja mubadir. Sebenarnya kalau kita jeli menelaah fatwa MUI yang telah mengharamkan merokok bagi anak-anak dan wanita hamil, berarti pada dasarnya MUI mengakui bahwa merokok itu halal atau mubah. Hanya kasusitas saja keharaman itu berlaku. Kalau begitu tak ubahnya nasi dan makan. Bagaimanapun nasinya halal, tetapi apabila makan berlebihan yang menyebabkan kefatalan, perbuatan makan demikian itu haram hukumnya. Apakah hal-hal yang begitu itu, perlu difatwakan oleh suatu lembaga sekapasitas MUI ? Yang jadi pertanyaan atas terbitnya fatwa itu, apakah rokoknya atau tembakaunya atau asapnya, yang telah dihisap oleh obyek haram itu jadi najis ? Sebab setiap barang haram, hukumnya najis. Tentunya tidak. Seperti nasi sisa pemakan berlebihan tetap tidak najis. Marilah kita semua hendaknya menyadari, pihak ketiga senantiasa mengintai kita. Kita jangan terpancing isyu global barat, yang fokusnya senantiasa berkaitan dengan konflik internal ummat Muslim. Mulai dari isyu bahaya komunisme, hak asasi manusia, terorisme, bahaya merokok, yang kesemuanya berkait kasus internal di Negara Islam atau Ummat yang mayoritas Islam. Maaf, saya adalah sosok yang benar-benar tawaddu’ terhadap keilmuan para Almukarram Alim Ulama’ yang bergabung di MUI. Cuma yang prihatin, terhadap keberadaan lembaga Majelis nya. Awas-awas terimbas permainan intelegen. Aghemax@gmail.com

    • ichanx says:

      astaghfirullah… baru baca komentar ini… keren, intelek, dan sangat logis! semoga bapak-bapak di MUI baca komentar ini… 🙂

    • Ardha_wawan says:

      Comment seperti ini yang saya cari,, Analisis anda tentang fatwa MUI tentang Rokok haram itu hebat, Seharusnya Beginilah cara berpikir kita sebagai umat islam… dan Buat MUI Coba Dikaji lagi tentang Fatwa merokok haram Karena itu bisa berdampak luas sekali pengaruhnya….

    • Desta says:

      Wah.. Mas daftar jadi ketua MUI aja…. tak dukung!!!
      Soalnya MUI yang sekarang ga berpikiran logis,gak kayak Mas…
      Sip!!!

  27. alwan says:

    maaf sebelumnya…
    saya heran kenapa sampai ada yang menghujat MUI sampai sedemikian…
    saya pribadi dulunya perokok dan berhenti sebelum fatwa MUI keluar dan alasan saya berhenti adalah karena ALLAH SWT bukan MUI atau kyai tertentu, tetapi berdasarkan referansi alqur,an dan hadist serta logika ( Ilmu Pengetahuan ) penelitian yang dilkukan…
    pendapat saya, saya salut dengan MUI walaupun dibelakang mereka ditekan dn di hujat tapi akhirnya fatwa HARAM rokok dikeluarkan juga…
    melihat keharaman sekarang hanya berlaku bagi anak2, ibu hamil dst… saya harap ini merupakan tahap awal dari keharaman rokok secara menyeluruh.seperti jaman nabi mengaharamkan MIRAS jg secara bertahap.
    kita tahu mungkin umat islam perokok dan masyarakat indonesia umumnya perlu suatu masa tansisi dari makruh ke HARAM dan mungkin MUI jg berfikir sejauh itu. so, ini hanya masalah waktu ..
    dan semoga manusia yang mau berfikir dengan HATI bukan dengan NAFSU, dapat mengambil pelajaran dari ini….
    persoalan Haram adalah Agama…
    agama berasal dari Allah..
    kebenaran adalah dari Allah bukan dari suara mayoritas…
    dan saya lebih takut pada ALLAH SWT…

  28. laila says:

    fatwa rokok haram emang aneh berat, nggak usah difatwain juga, produsen rokok udah ngasih peringatan kok. sekarang mah balik lagi aja ke konsumennya.

    fatwa yoga haram, nah ini yang gak jelas. soalnya kalo di malaysia katanya emang beberapa instruktur yoga pada akhirnya malah mengajarkan ritual agama hindu ke orang2 yang dilatihnya. katanya sih begitu, gw juga denger dari demen. jadi disana fatwanya, kalo gak salah, yoga yang sifatnya emang untuk olahraga doang, boleh, tapi kalo udah ada ritual agamanya nggak boleh.

    gw baru tahu nih di indonesia juga dibikin fatwa segala, emangnya di indonesia ada yoga yang ujungnya ritual agama? kayaknya nggak deh… *emang ada ya instruktur yoga yang nyuruh kita mandi kembang dulu sebelum yoga, atau baca ayat2 gitu??*

    yang bikin gw tambah nggak ngerti adalah : fatwa golput haram… sebagai warga negara yang sangat suka golput, gw sebel banget sama fatwa ini. suka-suka gw lah mau milih apa nggak..pasti ada alasan kan kenapa seseorang milih golput, dan kayaknya nggak banget kalo sampai dibikin fatwa haram segala.

    mui udah kelewatan nih… -_-

  29. aerapianggis says:

    untung gw g ngerokok ma gak maen2 yoga….hahha,…..SAVEEEEE

  30. firman says:

    hmm
    no comment aja dech!

    –> lah ini comment …

  31. anto84 says:

    ada yang sewot…
    emang rada konyol tuh fatwa.. kenapa ga dibatesin aja ya kriteria umur buat beli rokok kayak di sono ituh. yang bisa beli rokok adalah yang berumur 21 tahun ke atas dengan menunjukan identitas. Jadi kalo ada yang jual sama anak di bawah umur penjualnya kena sanksi… Cuma ya kudu tegas sih, jangan anget-anget ati ayam aja peraturannya kayak peraturan-peraturan yang lain
    gue perokok pokoknya ga setuju kalau ada fatwa kayak gituan

  32. alris says:

    Ayoooooooooo……..berdebat
    Inilah hasilnya nyata dari fatwa mui itu, terjadi debat kusir dimana-mana. Sukses buat mui yang berhasil membuat orang jadi pintar bersilat lidah. Eh, mui juga hebat kalo soal debat-berdebat ini, lho.

  33. Humor lucu says:

    Walaupun tidak merokok, saya berpendapat bahwa merokok itu boleh kecuali bagi orang yang lemah maka makruh, bagi yang jelas membahayakan maka haram.

  34. Nazieb says:

    Makanya, ga usah ngaku-ngaku 17 tahun kalau kamu masih mau dibolehin ngrokok..

    :mrgreen:

  35. Wempi says:

    Teman kerja wempi perokok berat walaupun sudah umur 58 tahun, pulang haji kemarin langsung berhenti total merokok *gak tau deh kalo dibelakang wempi beneran gak merokok ato malah sama saja :D*. katanya di arab sono rokok emang haram. kalo ada yang merokok orang-orang arab sono langsung teriak-teriak haram… haram…

  36. tetanus says:

    Komen roko ah. Di negara lain seperti saudi arabia sudah jelas jelas mengharamkan rokok. Kalau mungkin hasil ijtihad MUI masih setengah-setengah karena mempertimbangkan keadaan Indonesia-nya, maka kenapa kita tidak sadar kepada diri kita sendiri bahwa rokok itu memang haram. Secara logika islam yang universal, kenapa kita tidak mencontoh negara-negara islam yang sudah mengharamkan rokok. Secara logika juga apakah merokok benar-benar merupakan bentuk rasa syukur kita kepada Yang Maha Memberi Rizqi?. Buat perokok yang sekarang memang benar-benar mau berhenti merokok, ya silahkan dipertimbangkan. Tidak harus menunggu fatwa MUI yang mengharamkan rokok secara total bukan?. Kenapa juga harus berprasangka buruk sama MUI?, apakah diri merasa lebih pintar dari ratusan ulama yang ada di situ? 🙂

    • Aris Suryadi says:

      saya setuju dengan pendapat mas ini..

      mari deh sebelum kita debat kusir haram atau enggaknya terlebih umpat2an terhadap MUI dan sok care dengan MUI padahal jadi shortcut buat hina MUI..

      manusia itu unik..membela terhadap dimana mereka berdiri..
      hemat saya, perokok bakalan anti terhadap fatwa ini(mgkin sedikit agak disamarkan ANTI nya dengan mengemukakan argumen lain)
      dan yang enggak ngerokok, ada yang setuju ada yang cuek..bahkan ada yg mati-matian setuju dngan fatwa haram tersebut..

      karena itu tergntung dimana tempat kita berpijak,terlebih jika mental kita trendsetter dan bukan follower…wah makin alot nantinya…

      balik lagi ke fitrah..dimana insan islami rahmatan lil alamin kita masih bersih..

      kita milih yang mana?apalagi mempertimbangkan segala hal lainnya, 99 Thingking Hat(berpikir memutar, memperhatikan segala hal dengan implementasi win win solution)

      terlebih mengumpat MUI dan kita merasa lebih baik dibanding mereka yang jumlahnya banyak disana.

      sekarang balik kemasing2 personal apakah itu baik untuk diri sendiri DAN (bukan atau) orang lain…

      ps : sempet baca artikel dari salah satu ilmuan luar negeri Dr Stephen Carr Leon yang menjadikan indonesia sebagai contoh dampak dari rokok terhadap perkembangan masyarakatnya..

      read this
      http://www.artikel-indonesia.co.cc/2009/02/rahasia-kecerdasan-orang-yahudi.html

  37. Kukuh says:

    Kenapa para MUI juga g melihat dari sudut pandang yang laen…

    Contoh:
    Manfaat yang terkandung d dalamnya..
    Ato apalah..

    jangan gampang membuat sesuatu itu HARAM…dan sesuatu itu HALAL….

    harusnya mereka tw definisi HARAM itu sendiri apa….

    • ichanx says:

      sepakat mas

    • laskar says:

      kenapa dibilang haram pasti ada alasanya lah….
      Pelajari dulu kenapa diharamkan. Setetes minuman keras tetap haram meskipun untuk menghangatkan badan. Meskipun bermanfaat… Meskipun bisa menghiduypi pekerjanya….Apalagi rokok yang sudah jelas berbahaya. Bahkan produsen rokok mengiyakan klo produknya bahaya. Kalian bisa baca gak peringatan yang ada di bungkus rkok? Kalian sebenarnya tau klo rokok itu bahaya, dan sesuatu yang berbahaya & membahayakan orang lain itu HARAM. Jangan sok tolol deh…. ntar tolol beneran lho…!Ok kalian bisa bilang merokok itu adalah hak asasi, tp sadar gak klo hak asasi yang kalian gembor-gemborkan jg menginjak2 hak asasi orang lain.

      • ichanx says:

        lalu… kenapa fatwanya bukan “HARAM”? kenapa fatwa haramnya hanya untuk anak-anak? Disini masalah yang saya angkat mas…. kalo fatwanya HARAM MUTLAK, yo weis… tapi kalo fatwa “banci”, kan malah bikin resah sesama umat islam

  38. minanube says:

    Pak din syamsudin (sepertinya tidak mewakili MD) dan Pak Hasyim (Membawa nama NU) menolak fatwa haram Rokok. menurut beliau rokok hukumnya makruh saja. tidak sampai haram. demikian juga dengan golput GOLONGAN PUTI*G he5xx… bercanda ding 🙂

  39. sm says:

    MUI ada ada aja deh bikin fatwa,

    Fatwa kok pilih pilih umur ( anak , remaja wanita hamil haram merokok ) yg dewasa dan tidak hamil senym senyum aja ni 🙂

    saya mau nanya ni
    banyak mana orang mati karena rokok dengan karena kecelakaan kendaraan?

    kl banyak karena kecelakaan , kenapa g sekalian tu kendaraan di haramkan

    wkwkwkwkwkwkwkwkwkwkkwkw

  40. jaka says:

    Yang pada bilang ngga setuju sama MUI: masih rela uang pajak lo dipake buat kumpul2 ngga ada gunanya itu?? Gw sih kaga rela. Pilihan: bubarin MUI atau dibongkar mesin ganti baru. Parah, isinya orang2 terkooptasi politik semua. Jangan2 yg masuk MUI ulama2 kacangan doang.

  41. salsa says:

    tapi kalo dipikir2 fatwa haramnya rokok oleh MUI yang stengah2 itu karena diancam ama pemerintah soalnya kan yang bayar cukai besar ya pabrik2 rokok itu. coba pikir deh kalau rokok di fatwakan haram maka banyak yang ngga ngerokok maka pabrik2 rokok bangkrut dan pemerintah kekurangan pemasukan

    dengan kata lain :
    MUI = merupakan ajang permainan politik = tidak 100% berlandaskan agama = tidak perlu diikutin sebab kalau ngikutin MUI = menyepelekan pemberian Tuhan yaitu otak = tidak mau buka2 Quran/Hadist alias tidak mau lebih dalam belajar agama cuma mau dicocok idungnya sama perkumpulan yang mementingkan hal lain selain membenarkan agama

    *gw ga suka MUI* 😛

    • ichanx says:

      gw lebih ngeliat malah polemik fatwa ini berawal dari KOMNAS PERLINDUNGAN ANAK dan PARA AKTIFIS ANTI ROKOK yang berusaha nge-lobby MUI.

  42. Harri says:

    kl ada orang yg punya nama yoga gimana canx ?

  43. dinar says:

    gw setubuh ma lo chanx….!!!eh salah!!SETUJU maksudna….awal denger berita entu di tipi, gw jadi mikir kok MUI jadi seenakna gitu klo ngluarin fatwa….rasana kok asal…gak dpikirin mateng2…y ky fatwa rokok, yoga n golpit haram. sekarang klo pas gw jd golput cz sakit n gak bisa milih capres, ms gw dosa cz nglakuin sesuatu yg haram…???kan gak adil bgt…??!!!

  44. salsa says:

    emang MUI itu Tuhan ya kok mau bener ngikutin fatwa2 mereka? atau nabi????? stand for your own decision lah mengikuti sunah2 nabi atau al Quran. MUI mah bukan Tuhan, ga wajib diikutin

    *iini menurut gw lho*

    • ichanx says:

      eerrrggghhhhhh… jadi kapan kita ke bounty lagi tan? hihi

    • laskar says:

      MUI mengeluarkan fatwa setelah mempelajari suatu kasus yang ditela’ah berdasar Alqu’r’an dan hadits….
      MUI membantu umat yg tolol-tolol, yang gak ngerti bagaimana memahami Qur’an hadits dan penerapanya. Jadi klo masih tolol jangan sok pinter deh…..

      • ichanx says:

        betul… fatwa MUI itu haruslah hasil kajian mendalam dari qur’an dan hadist… tapi apa betul fatwa kemarin ini hasil kajian yang mendalam? buktinya, masing-masing ulama dari berbagai organisasi yang tergabung di MUI pun masih beda pendapat sampai detik ini…

        sekali lagi saya bilang pada mas laskar, liat lah efek dari fatwa terakhir yang “banci” ini… orang-orang yang langsung ngambil kesimpulan seperti kemontar salsa diatas itu banyak loh….

  45. hari says:

    emangnya orang2 MUI itu siapa sih?????, gak lebih dari org2 munafik!!!!!!!!, sok ngatur2 org lain, iya kalau aturannya jelas, lha ini malah setengah2, banyak bancinya sih org2 MUI itu.

    • ichanx says:

      nah… pemikiran kayak gini (akibat fatwa aneh MUI) yang bikin gw sedih… 🙂

    • Aris Suryadi says:

      anda sendiri siapa?
      mengumpat itu tidak baik loh..

      anda mengutuk MUI berarti memukul rata semua orang yg didalamnya,

      asumsikan 20% dari orang MUI correct dengan umpatan anda, lalu 80% dari org disana kena FITNAH anda donk!..

      jadi inget “air beriak tanda tak dalam”

      saya bukan dari MUI, cuma ga seneng aja dengan ada nya posting ini justru memicu pihak2 yg ga tanggung jawab(posting cuma pake nama ga ada linkblog) maki-maki orang yg mungkin bisa menolong kelangsungan hidup islam diindonesia..

      wassalam
      azbeetech

  46. fatwa MUI bukan sbagai landasan agama yang benar ….

    klo pun memang haram, janganlah di haramkan setengah2 …. spt alkohol, haramnya jelas, nggak setengah2 🙂

  47. heddy says:

    hore rokok haram, hore banyak yang di pecat di pabrik-pabrik, karena rokok haram, hore banyak yang di penjara gara-gara di grebek waktu lagi ngerokok..hore..hore..banyak yang susah gara-gara rokok jadi haram…hore…

  48. Shino says:

    sedari awal udah yakin kalo fatwa yang dikeluarin bakal “aneh”…damn…!! “i hate when i’m right” (padahal gw ga ngrokok ataupun yoga..)

  49. latree says:

    *komen anti spam: disalep 88*

    menurutku rokok wmang tidak baik. tapi haram juga dilihat dari mana? kalo memang karena akibat buruk yang mengikutinya, ok deh, tapi MUI harus tegas bilang ‘haram’ nya.

    iya, ini fatwa bikin kita yang pemahaman agamanya cetek jadi malah bingung…

  50. Dinna Afriana says:

    saya juga setuju sama pendapat di atas.
    tapi emang masih harus dipertimbangkan baik dan buruknya fatwa itu.
    pertama, berapa banyak orang yang bakal kena imbas dengan fatwa haram itu.
    oke lah buat para perokok yang harus berenti merokok, gak begitu berat. tapi buat pengusaha rokok dan karyawannya? buat para petani tembakau? mau dikasih makan apa keluarga mereka klo emang nanti akhirnya rokok jadi haram beneran?
    kedua, ya gitulah pokoknya.
    jadi sebenernya semua itu harusnya lebih ke arah individu masing2. mau ngerokok atau gak? iya gak sih??
    hoho,, maaf klo sok tau..

  51. GiE says:

    Iyaya, chanx!

    MUI akhir-akhir ini nggak konsisten. Sering jadi bahan gunjingan en ketawaan orang-orang karena nggak tegas dan nggak logis kalo ngeluarin fatwa. Contoh fatwa lainnya kayak HARAM GOLPUT itu..

    Beuh apa-apaan lagi itu ya?

    Miris ngeliat budaya latah yang diadopsi mentah-mentah sama pemerintah Indonesia. Huhu… 😆

    Daripada bingung wae, mending balikin lagi semuanya ke perpekstif dan keyakinan masing-masing. Kalo gw mah yaa berpegang teguh sama Al-Qur’an & Hadits.

    Insya Allah moal sesat dan tersesat.

    Nggak kayak buku lo yang sesat! Gw malah jadi bingung en susah nyari bukunyah.. Hahaha…

    *dudul deh gw* :mrgreen:

    *lumpaaaaaaaaat*

  52. omenk says:

    setuju kalo merokok ditempat umum diharamkan, saya tersiksa kalo ada orang di ruang umum ada asap rokok.

  53. e-je says:

    jelas itu membingungkan..
    gwa lebih bingung lagi klo golput diharamkan.
    dan ini juga ngambang, karena haram kalau ada pemimpin yang layak terus kita golput. trus kita tau itu layak ga nya dari mana??kampanye itu semuanya BOHONG. dan yang gwa tau pemilu itu kan prinsipnya LUBER (Langsung Umum Bebas Rahasia). Nah berarti kan mau golput mau milih itu bebas!

  54. JiMI says:

    hihihi…. :mrgreen:

    ‘asalamualaikuuuum………………… wat yg lagi gemes — geli2 mesra — tuh ye lam kenal n mampir absen dr slipi jakarta yee…

  55. Harri says:

    untung waktu aidit gelar rapat PKI fatwanya blm ada
    :mrgreen:

    *baxar rokok

  56. ivycantk says:

    Chanky,
    Akyu gak suka rokok…
    Akyu juga gak suka yoga….
    Mau dijadiin haram kek, makruh kek nggak ngaruuuuh tuuuh… asal jangan difatwain jadi wajib ajaaaa… huuu langsung gw demo tuh MUI!

  57. Epat says:

    percaya ama MUI itu musyrik…percaya mah ama Tuhan aja…
    hahaha

    • ichanx says:

      *pentung epat* 😀

    • laskar says:

      banyak sekali orang Islam yang hanya di KTP. Mereka tidak tau tentang hukum2 Islam. Klo gak ada MUI, bagaimana mereka bisa tau klo suatu perkara diharamkan? MUI dinaungi oleh ulama2 yang menguasai dibidangnya, mereka lebih dalam dalam mempelajari suatu perkara. Klo MUI udah mengeluarkan fatwa, mereka pasti udah melakukan penelitian yang mendalam. Jd kita yang tolol-tolol ini percaya aja deh….

      • ichanx says:

        betul sekali mas laskar… kita yang tolol-tolol dan berpengetahuan agama minim memang seharusnya percaya penuh pada MUI sebagai manifestasi ulama-ulama seluruh indonesia… tapi, ketika MUI membuat “blunder” dengan fatwa yang “gak logis dan gak masuk akal”, gimana? akhirnya MUI malah jadi bahan ejekan, becandaan, bahkan hujatan loh… (sumpah saya masih berusaha menghargai MUI sepenuh hati, saya yakin mas laskar juga begitu.. tapi apa semua orang bisa?)

  58. imoe says:

    hahahahahaha perlu argumen banyak tentang fatwa itu chank, sampai-sampai paraulama berdebat hebat…tim saya hadirdalam sidang itu..

    Yang jelas, FATWA tidak memilki kekuatan hukum positif, dia hanyalah sebuah kejelasan tentang sesuatu yangditanyakan umat pada ulama tentang hukum fikihnya, karena sesuatu itu tidak diatur dalam alquran, sunah dan hadis.

    Kenapa rokok susah sekali mengambil fatwanya, karena jaman nabi tidak ada rokok…. ya gitu dehhhh

  59. bang diod says:

    hahaha, baru nyadar kalo di koran tadi pagi ada nih berita 😆

    cuma negor n ada post baru tuh di blog ane

  60. Chic says:

    mwahahahahaha.. ada yang sewot… hihihihi
    iyah sih emang rada konyol tuh fatwa.. kenapa ga dibatesin aja ya kriteria umur buat beli rokok kayak di sono ituh. yang bisa beli rokok adalah yang berumur 21 tahun ke atas dengan menunjukan identitas. Jadi kalo ada yang jual sama anak di bawah umur penjualnya kena sanksi… Cuma ya kudu tegas sih, jangan anget-anget ati ayam aja peraturannya kayak peraturan-peraturan yang lain 😀

  61. bayuhebat says:

    hahahahha. umum ama private bedanya dimana coba chanx?

  62. mizan says:

    Mengharamkan rokok itu simalakama, soalnya banyak (kalau nggak bisa dibilang sebagian besar) kyai itu adalah perokok 😀

    • ichanx says:

      nah… itulah… kalo masih simalakama, ngapain juga bikin fatwa? hehe

      • laskar says:

        Beberapa hari ini ramai diberitakan tentang Fatwa Haram untuk rokok yang akan dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Entah apa yang mengganjal fatwa ini sehingga sampai sekarang belum juga keluar. Silahkan baca saja berita-berita terkait tentang tarik ulur seputar pembahasan fatwa ini.

        Mungkin sudah banyak yang mengetahui tentang bahaya rokok untuk kesehatan secara medis tapi tidak banyak yang tau kenapa rokok ini sampai divonis “haram” yang berarti disamakan dengan minuman keras dan sejenisnya. Mari kita tinjau hukum rokok dari kacamata syariat islam, mudah-mudahan penjelasan singkat saya ini bisa memberi sedikit gambaran kenapa rokok masuk dalam kategori Haram.

        Rokok memang sesuatu yang tidak dijumpai pada jaman Rasulallah Shallallahu Alaihi wa Sallam, akan tetapi agama islam telah menurunkan nash-nash yang universal, semua hal yang membahayakan diri, mencelakakan orang lain dan menghambur-hamburkan harta adalah hal yang haram.

        Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

        Q.S AL A’RAAF ayat 157

        “ (Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka {574}. Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Qur’an), mereka itulah orang-orang yang beruntung.
        (Q.S AL A’RAAF ayat 157) ”

        Bukankah rokok termasuk barang yang buruk, berbahaya dan berbau tidak enak?

        Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

        Q.S Al Baqarah ayat 195

        “ Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.
        (Q.S Al Baqarah ayat 195) ”

        Merokok dapat menyebabkan orang terkena berbagai penyakit berbahaya, yang artinya menjatuhkan diri kedalam kebinasaan.

        Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

        Q.S An Nisaa ayat 29

        “ Hai orang-orang yang beriman, janganlah kami saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.
        (Q.S An Nisaa ayat 29) ”

        Merokok jelas merupakan usaha untuk bunuh diri secara perlahan-lahan.

        Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

        Q.S Al Isra 27

        “Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.
        (Q.S Al Isra 27) ”

        Telah jelas bahwa merokok merupakan perbuatan boros dan menghambur-hamburkan uang.

        Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang makanan penduduk neraka:

        Q.S Al Ghasiyah 6
        Q.S Al Ghasiyah 7

        “ Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar. ”

        Demikian pula dengan rokok, tidak menggemukan dan tidak pula menghilangkan lapar.

        Dan banyak hadits-hadits yang berkaitan dengan masalah ini.

        Sabda Rasulallah Shallallahu Alaihi wa Sallam :

        “ Sesungguhnya Alloh membenci tiga perkara untuk kalian, (yakni) berita yang tidak jelas, menghambur-hamburkan harta dan banyak bertanya
        (HR. Bukhari dan Muslim) ”

        Merokok termasuk membuang harta.

        Sabda Rasulallah Shallallahu Alaihi wa Sallam :

        “Setiap dosa (umatku) dimaafkan (akan diampuni) kecuali orang yang terang-terangan berbuat dosa.
        (HR. Bukhari dan Muslim) ”

        Para perokok melakukannya dengan terang-terangan tanpa rasa malu dan bahkan mereka sering mengajak orang untuk merokok.

        Sabda Rasulallah Shallallahu Alaihi wa Sallam :

        “ Barangsiapa beriman kepada Alloh dan hari akhir maka janganlah ia mengganggu tetangganya. ”

        Bau dari asap rokok jelas-jelas sangat mengganggu baik itu keluarga kita ataupun tetangga kita terutama malaikat dan orang-orang yang sholat di masjid.

        Demikian sedikit gambaran dari dalil-dalil dan hadits berkaitan dengan haramnya rokok menurut islam. Semoga bisa menjadi motivasi dan kiat untuk berhenti merokok. Berhenti merokok karena Alloh dan untuk mendapat ridhoNya.

        • ichanx says:

          1. masalah kesehatan, berbahaya, itu relatif mas… kalo kesehatan yang jadi rujukannya, kenapa gak dibikin fatwa serupa ke makanan kayak makanan lemak hewan full kolesterol berbahaya (sop kaki sapi, jeroan kambing, dsb), ayam broiler, fast food, dsb yang sebenernya juga berbahaya untuk kesehatan…. coba liat di kampung2 di seluruh pelosok indonesia… kakek2 perokok bahkan masih kuat ke sawah loh… fidel castro tuh udah 80 taun lebih umurnya, masih idup aja tuh 😀

          2. bau tidak enak? gimana dengan pete, jengkol, dan durian? (saya dan banyak orang yang gak kuat dan malah mabok nyium bau durian loh)

          3. bunuh diri? hayah… berlebihan deh kayaknya

          4. boros dan menghamburkan uang? itu kata anda yang gak merokok… tapi bagi perokok, dan bagi orang yang bergerak di industri rokok, ya belum tentu… sama aja kali perbandingannya dengan orang yang gak ngerokok, tapi sering jalan-jalan, belanja2, dll.. boros juga kan? sudut pandangnya ngambang kalo dibilang boros…

          5. tidak menggemukkan dan tidak menghilangkan lapar… ya iya lah, rokok kan bukan makanan! hehe

          6. dll

          duh… kepanjangan replynya… intinya, semua dalil yang mas laskar kemukakan, sebenernya masih multitafsir… It’s ok kalo akhirnya ijtihad yang diambil MUI adalah mengharamkannya… gw (meskipun dengan berat hati) bakal ngikut dan berhenti ngerokok. tapi kalo mengharamkan “nanggung” seperti ini, liat dong akibatnya…. MUI malah dihina dan dicaci maki orang, bahkan dari umat muslim! Dan sebagai muslim, hati saya sakit dan miris ketika orang berlomba-lomba mencaci dan menghujat ulama panutan saya 🙁

  63. Fairuz says:

    Belom liat berita akhir2 ini…

    *cari koran dulu ah…*

  64. boyin says:

    yoga haram? buseet deh…

  65. nindy says:

    menurutku mereka kurang kerjaan banget ngurusin hukumnya GOLPUT….

    terserah kan kalo nggak mau milih? -_-

  66. hematra says:

    asyik rokok haram 🙂

  67. “SEGALA SESUATU YANG BERSIFAT MEDITASI, RITUAL, dan MENGIKUTI SPIRITUAL AGAMA LAIN adalah HARAM”

    Wkwkwk, Kok sepertinya rasis banget kalau sampai kalimat diatas dijadikan dasar haram yoga … dasarnya yoga haram apa to?

    menarik utk diikuti besok apalagi nih yang diharamkan 😛

    • ichanx says:

      gw masalahinnya di pemakaian kata “yoga” secara spesifik. kalo kata “yoga” dihilangkan, itu lebih masuk akal.

      penyebutan “haram” bukanlah rasis… tapi kan sebagai tuntunan untuk intern umat islam… seperti babi misalnya… bagi islam itu mutlak haram.. tapi non muslim ya dipersilahkan mo melihara babi, makan babi, dsb… itu adalah HAM buat non muslim… orang islam gak berhak ngelarang non muslim makan babi. 🙂

  68. bakhrian says:

    haram?
    rokok?
    yoga?

    entahlah… mungkin hal-hal lain yang lebih penting sudah selesai diurus…

  69. arikaa says:

    rokok tuh haraaaam!-menurut gw :D-
    -salam kenal-

  70. warm says:

    another postingan cerdas dan setajam silet dari kang @ichanx,
    saya setuju dengan ente, kang…

  71. mascayo says:

    yang disesalkan memang implikasinya malah bukan menyatukan umat tapi justru memecah belah umat yang notabene masih sangat banyak yang O-ON masalah agama seperti saya!
    terus kita mau ikutan MUI yang mana chanx?

  72. emfajar says:

    untung ga ngerokok,, untung ga yoga 🙂

  73. kian says:

    saat pertama baca/denger berita ttg fatwa ini, biasanye kita “memakan”nya mentah2..
    nah itu yang menurut gw salah.
    jadi kalo MUI bilang fatwa rokok haram, fatwa yoga hara..jangn diterima mentah2..baca semua what n why nya…kadang perbedaan persepsi/pemilihan kata bisa jadi masalah. oia fatwa itu adalah sebuah keputusan atau nasihat resmi yang diambil oleh sebuah dewan mufti atau ulama>>dapet dari om wiki.

    jadi elu aman kok chanx..kan cuma makruh.

    kalo yoga itu karena persepsi arti kata aza..yang haram lebih karena yoga adalah salah satu dari enam ajaran hindu…n lu tau dong, kalo lu ngikutin ritual or hal2 yg jadi ciri mereka lu termasuk kaum tersebut..jadi mgkn knp itu disebut haram.
    btw gw belum baca lengkap fatwanye neh (ada link info g chanx)

    gw serasa ngedukung banget yak…cuma mo bilang jgn terlalu keras hati ataupun memakan mentah2 suatu info..apalagi dari blog (tmasuk tulisan gw ini)

    • ichanx says:

      nope… gw gak makan mentah-mentah… gw masalahin “urgensi” dan “ketegasan” dari fatwa itu. apalagi ini fatwa yang dikeluarin oleh dewan mufti/ulama… kenapa fatwa yang dihasilin malah mencla-mencle dan multipersepsi begini? lebih baik gak usah dikeluarin dulu fatwanya kalau di MUI aja masih ada perbedaan pendapat dalam hal ini…..

  74. tris says:

    btw,emang kenapa yoga diharamkan?

  75. Donny Reza says:

    Ya udah, nih fatwa gua … ROKOK HARAM!!! Berhenti ya chanx? :))

  76. Aki Herry says:

    hi hi hi..yg ngerokok sewot

  77. aprie says:

    waduh tambah rumit aja nih…
    saya juga lagi bingung ama fatwa itu…
    satu sisi bagus, satu sisi akan berdampak pada pengangguran.

  78. Syamsul Alam says:

    Wah, postingan ini meski kesannya marah-marah, tapi aslinya sayang sama yang dimarahi.

    Make senses dan gua setuju banget ama nih opini. Menjadi tegas itu harus, agar umat tidak bingung……. Kontradiktif itu hanya milik bangsanya JIL dan antek2nya…..

  79. lala says:

    *ngaliwat*

  80. lutha muhammad says:

    ROKOK HARAM. MUI HARAM.
    Kita semua harus bijak, ketika karena predikatnya, karena posisinya, karena kemampuan ilmunya, mengharuskan diri berbuat yang berkaitan dengan umat. Seperti, menelorkan fatwa merokok haram. Bukankah masalah merokok masih hilaf ?Ada yang mengharamkan, ada yang memakruhkan dan ada pula yang menghalalkan. Bahkan tidak sedikit Ulama’yang Alim, membantah kalau merokok ditempatkan pada hukum makruh. Karena tegas diyakini, hukumnya merokok halal. Sebab kalau suatu perbuatan makruh disenantiasakan, tentu sementara Ulama’ itu tidak akan merokok, karena akan menjadi tidak berkenanNya. Perlu dimaklumi bersama, fatwa MUI itu bukankah suatu ijtihad yang tidak mengikat untuk diikuti oleh seluruh umat ? Hanya suatu rekayasa saja, ketika MUI dibentuk sebagai bagian dari strategi politik pada jamannya, sehingga menjadi majelis yang berlabelkan Indonesia. Jadi MUI bukan mewakili seluruh Ulama’ dan Ummat yang ada di Indonesia. Tetapi kenyataannya, ketika mengeluarkan hasil ijtihad, seakan-akan obyeknya adalah umat Islam Indonesia. Padahal posisi yang sebenarnya antara MUI dan Ummat, tidak demikian. MUI tentu bukan Syaikh Abdul Wahab, yang fatwa ijtihadnya didukung pemerintahan Arab Raja Saud. Disini Indonesia. Kontra ijtihad bukannya tidak mungkin akan bermunculan. Berangkat dari kenyataan adanya perbedaan hukum dan kenyataan perbedaan di kalangan umat Islam ada yang merokok dan ada yang tidak merokok, apakah lembaga MUI rela umat terpecah ? Apakah tidak terpikirkan bahwa pihak ketiga senantiasa mengintai kita ? Dan kini, telah terbukti akibat pra fatwa merokok haram itu, dikalangan umat telah “meruncing”, yang diyakini tidak akan menyelesaikan pokok masalah. Atau hanya karena takut adanya tuntutan pembubaran, sehingga MUI sering terpaksa berfatwa-fatwa ? Ya, terbukti MUI beraninya hanya kepada perokok. Padahal, MUI sebagai suatu kekuatan moral, masih ada suatu obyek yang sangat dibutuhkan umat, yaitu pemberantsan korupsi, yang pelakunya semakin berani dan tidak malu pamer kekuatan dan kekayaan. Bahkan dengan otonomi daerah yang berlaku di Negara RI ini, justru mempermulus legalitas tindak korupsi di daerah. Insya Allah dengan langkah MUI yang senantiasa…… senantiasa…… senantiasa…… mengumandangkan korupsi……. korupsi……. korupsi……. , akan membawa kemaslahatan umat secara nyata. Apabila tidak, maka tidaklah keliru apabila sementara kalangan bereaksi, menghukumkan HARAM keberadaan MUI, yang dibentuk dan didanai pemerintah yang bukan berdasarkan hukum Islam. Aghemax@gmail.com

  81. goiq says:

    beberapa waktu yg lalu gw denger ada fatwa golput itu haram, trus beberapa hari yg lalu bikin fatwa aborsi itu halal untuk kehamilan karna perkosaan dan kehamilan yang membahayakan sang ibu selama belum berumur 5 minggu, sekarang fatwa rokok haram untuk sebagian orang… Temen gw sampe ngomong dengan cueknya.. MUI di bayar berapa sih ngeluarin fatwa ??? Trus kalo MUI udah mulai bikin fatwa yang agak-agak aneh, siapa lagi neg yang bakalan di jadiin panutan umat ??? pertanyaan yang sama dengan elu chanx…

  82. emai says:

    PERTAMAX!!! di MUI jg ada pro dan kontra pastinya. yg sangat disayangkn ada org2 trtentu yg ngambil untung dr lembaga ini. n bukannya mlh ngebimbing masy islam, tp mlh ngebingungin. mnurut sayah, ini tantangan utk memperluas wawasan islam seh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *