Rokok. Fast Food. Dua komoditi berbeda. Tapi (kata orang) sama-sama berbahaya. Gw gak sepakat ama bahaya rokok seperti yang didengung-dengungkan orang. Maksud gw, rokok emang ada bahayanya, tapi kok kayaknya terlalu dilebih-lebihin ya? Gw yakin ada semacam konspirasi ekonomi dan politik global yang bermain di balik gencarnya gerakan anti rokok. *kebanyakan nonton film*

Percaya gw deh! Orang-orang yang sedemikian bencinya ama rokok, kemungkinan udah ditipu mentah-mentah ama data-data gak berimbang tentang efek negatif rokok. Bahasa lainnya, dicuci otak. Secara psikologis, kalo sugesti di otak kita udah dibuat negatif, maka kita bakal secara mutlak menolak kehadiran rokok. Kenapa gw berani bilang gak berimbang? Gak usah dibahas disini. Buat yang penasaran, silahkan diskusi ama gw lewat email aja. :)

Gimana dengan fast food? Udah tau kan tentang bahaya fast food? Gw yakin semua tau. Sekarang, buka mata lebar-lebar. Salah satu faktor yang bikin gw curiga bahwa bahaya rokok yang (katanya) luar biasa itu hanyalah sebuah hoax, bisa diliat dari perbedaan sikap dunia terhadap rokok dan fast food.

Di seluruh dunia, bungkus rokok harus mencantumkan bahaya-bahaya rokok. Bahkan di beberapa negara, bungkus rokok diwajibkan nampilin foto “mengerikan” tentang bahaya rokok. Gimana dengan fast food? Ada gak sih perusahaan fast food yang nampilin bahaya fast food di bungkus atau piring mereka? Gak adil ya? Gimana mungkin konglomerasi fast food bisa berdiri tegak, tanpa ada peringatan resmi tentang bahaya fast food sama sekali?

Sekedar bahan renungan…. Mayoritas pemilik perusahaan fast food besar adalah dari kalangan barat/yahudi yang notabene negara maju, sedangkan mayoritas negara produsen tembakau (bahan dasar rokok) adalah negara-negara dunia ketiga.