Pemilu legislatif kemaren, gw lagi-lagi membuktikan diri sebagai warga negara yang cinta wanita. Eh, cinta Indonesia. Yah, ini adalah kesekian kalinya gw menyalurkan KEWAJIBAN gw sebagai warga negara dengan milih wakil rakyat. Yap! KEWAJIBAN! Menurut gw, selama negara ini masih berbentuk republik dan bukan kerajaan, maka memilih wakil rakyat dan memilih pemimpin melalui mekanisme pemilu adalah kewajiban.

Loh, GOLPUT kan adalah hak setiap orang… Ngapain juga harus milih? Toh di DPR itu banyaknya koruptor, tukang tidur, penipu, ngejer jabatan, penjilat, dll…. Itu kurang lebih pernyataan temen-temen yang dengan bangganya memaklumkan diri sebagai golput. Betul! Wakil rakyat kita banyak yang gak bener. Tapi, memangnya kalo kita diem maka semuanya bakal jadi bener? Gak logis! Tuhan gak akan bikin negara ini jadi lebih baik kalo rakyatnya cuek. At least, dengan memilih, gw berusaha untuk milih orang yang gw rasa punya probabilitas bikin “sedikit” perbaikan. Sukur-sukur kepilih. Andaikanpun kalah (dan benar saja, contrengan gw kayaknya gak gol… haha), setidaknya gw udah berikhtiar dengan berusaha memilih orang yang gw rasa capable untuk mewakili gw di legislatif.

Intinya, gw sama sekali gak respek ama para golput’ers. Pindah negara aja gih ke tempat lain! Hus!!! Hus!!! *Ini tentu gak berlaku buat orang yang golput karena alesan logis, seperti gak terdaftar, sedang di perjalanan, sakit, dll. Pokoknya selama golput bukan karena kesengajaan, ya itu mah bisa dimaklumi*

Apa hasil positif yang gw dapet dari Pemilu kemaren?

  1. Rasa haru bahwa masih banyak rakyat negri ini yang menyalurkan hak pilihnya. Setidaknya para pemilih itu (apapun pilihannya) masih memiliki kepedulian untuk negara Indonesia yang lebih baik, dibanding orang-orang yang hanya bisa kritik tapi memilih untuk tidak peduli dan malah membuang hak pilihnya.
  2. DAPET PULPEN BARU!!!!!! *jiwa kleptomania gw kambuh dengan secara tidak sengaja mengantongi pulpen buat nyontreng di TPS*

pemilu

Ingin negara yang lebih baik tapi gak mau ikut pemilu? Yah, kudeta aja sono gih!