Namanya “Mila” Dari Albania

(taken from my old blog)

Tanpa diduga, sobat cyber gw dari Albania (sebuah negara kecil di Balkan – Eropa), berkunjung ke Indonesia. Namanya Mila. Penampilan fisiknya tipikal bule semenanjung balkan, yang meskipun berpenampilan bule seperti ras caucasoid pada umumnya, tetapi ada sedikit arabian-look. Mila sangat cantik dengan kulit putih dan rambut pirang kecoklatannya. Seperti umumnya orang Albania, gadis dengan tinggi badan sekitar 170 cm ini adalah seorang muslimah. Meskipun, seperti umumnya muslimah di negara ex-komunis, bisa dibilang dia hanya shalat sekali-kali dan gak bisa baca qur’an sama sekali. Pekerjaannya sebagai pengacara, membuat muka cantiknya terlihat sangat cerdas.

Selama beberapa minggu di Indonesia, gw dan Mila berusaha untuk saling mengenal. Mila ternyata suka main basket, gak bisa nyanyi (setidaknya pas karaokean di Inulvista, suaranya fals banget), dan gak suka asep rokok. Dia melihara kucing, dan seneng banget pas tau kalo gw dan nyokap gw adalah penyayang kucing juga. Bareng bokap, nyokap, dan adek perempuannya, mereka gw ajak keliling Bandung dan beramah-tamah dengan seluruh keluarga gw. Bokap dia dan bokap gw yang sama-sama “kurang fasih berbahasa Inggris”, sering terlibat pembicaraan ala tarzan.

Singkat cerita, keluarga kami sepakat untuk menikahkan Mila dan gw. Akad nikah diadakan di Bandung, sementara resepsi diadakan 2 kali, yaitu sekali di Bandung, dan minggu depannya di kampung halamannya, Tirana-Albania. Gw gak kuat nahan ketawa pas sobat-sobat gw (Ago, Bnoy, Dino, Heriman, dan Anjas) memandang gak percaya begitu ngeliat si bule cantik ini, yang akan segera menjadi nyonya ichanx. “Make pelet apa lo?????” tanya Bnoy penuh curiga. Ago, dengan muka tidak percayanya, masih sempet memohon, “Dia punya adek cewek? cantik juga? Pliss, kenalin….”.

Besok adalah acara akad nikah. Gw bahagia. Malem itu, sebelum tidur, gw berdoa supaya semua rencana akad nikah, resepsi, dan seterusnya bisa berjalan dengan lancar.

“Teretet.. Teretet…. Teretetetetet…” suara handphone gw yang berirama lagu mars tentara lagi baris-berbaris, ngebangunin gw. Gw langsung semangat menyambut pagi yang akan menjadi hari tak terlupakan dalam sejarah hidup gw. –Geisa, Nenek– nama mbak geisa, temen kantor tertulis di layar handphone. Sambil tiduran gw ngangkat handphone, dan terdengar si nenek nyerocos “Tadi gimana? Nasabah banyak gak? Uang buat ATM udah siap belom? Kalo BCA mo minta duit, suruh ke BNI aja. Kemaren BNI bilang kalo mereka lagi kelebihan duit. Blablabla”. Gw sedikit bingung…. dan…..

DAMN!!!! Semua kisah indah tentang si Albania cantik hanyalah sebuah bunga tidur sore gw hari ini.

p.s. Selanjutnya gw langsung buka internet, dan segera googling nyari nama “Mila” dari Albania. Hahaha.